Berikut kami kembali menukil dari kitab tersebut tentang akhir waktu dzikir petang. Syaikh Abu 'Abdil Baari berkata,"Aku sedikit menambah penjelasan mengenai akhir waktu dzikir petang. Sependek pengetahuanku, tidak ada dalil shahih dan sharih (tegas) yang mungkin dijadikan sandaran (khusus) tentang pembahatan akhir waktu dzikir petang. Oleh karenanya, kita mesti merujuk pada dalil syar'i yang sifatnya umum. Karena dari dalil umum tersebut, kita bisa mendapat isyarat atau petunjuk akan masalah itu sehingga bisa membantu dalam menentukan akhir waktu dzikir petang.
Jika kita kembali merujuk pada hadits 'Utsman yang telah disebutkan sebelumnya,??? ???? ?????? ??????? ??? ??????? ????? ?????? ????????? ????? ????????
"Tidaklah seorang hamba mengucapkan di pagi setiap harinya dan di petang setiap malamnya ..."[1] Kita bisa ambil kesimpulan dari hadits ini bahwa yang dimaksud masaa' (petang) adalah sebagian malam, bukan keseluruhan malam. Ini adalah kesimpulan karena memahami hadits nabawi dan juga pemahaman dari atsar Ibnu 'Abbas yang telah disebutkan di mana beliau menjadikan masaa' (petang) sebagai waktu khusus untuk shalat Maghrib. Sedangkan waktu Maghrib dianggap bisa menyatu dengan waktu 'Isya' bagi orang yang menjamak shalat saat safar, begitu juga ketika jamak saat mukim bagi yang punya hajat.
ami simpulkan bahwa waktu akhir dzikir masaa' (petang) adalah pertengahan malam. Alasan lainnya pula karena waktu akhir shalat 'Isya adalah pertengahan malam. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam hadits seperti hadits Abu Hurairah,
0 komentar... Baca dulu, baru komentar
Posting Komentar